UNHCR Prihatin dengan Aksi Massa Mengusir Pengungsi Rohingya di Banda Aceh

2 minutes, 8 seconds Read

RedaksiBali.com – United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mengungkapkan keprihatinannya atas aksi massa yang mengusir pengungsi Rohingya di lokasi penampungan Balai Meuseuraya, Banda Aceh. UNHCR menyatakan bahwa para pengungsi mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

“UNHCR, Badan Pengungsi PBB, sangat prihatin melihat serangan massa di lokasi penampungan keluarga pengungsi yang rentan, yang mayoritasnya adalah anak-anak dan perempuan di Kota Banda Aceh, Indonesia,” kata Senior Communications Assistant UNHCR, Muhammad Yanuar Farhanditya, seperti dilansir detikSumut, Kamis (28/12/2023).

Pada Rabu (27/12), ratusan pemuda mendatangi basement gedung tempat para pengungsi berada. Massa berhasil menembus barisan polisi dan memasukkan 137 pengungsi ke dalam dua truk, kemudian memindahkan mereka ke lokasi lain di Banda Aceh.

Baca juga

“Peristiwa ini membuat para pengungsi tersentak dan mengalami trauma,” ujar Farhanditya. Terkait hal ini, UNHCR meminta aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengambil tindakan.

UNHCR menyebutkan bahwa aksi ini dipicu oleh misinformasi dan ujaran kebencian terhadap para pengungsi. Mereka juga menekankan bahwa kejadian ini bukanlah tindakan yang terisolasi, melainkan hasil dari kampanye online yang terkoordinasi yang berisi misinformasi, disinformasi, dan ujaran kebencian terhadap pengungsi. Hal ini juga merupakan upaya untuk merusak upaya Indonesia dalam menyelamatkan nyawa orang-orang yang putus asa di laut.

“UNHCR masih sangat mengkhawatirkan keselamatan para pengungsi dan menyerukan kepada aparat penegak hukum setempat untuk mengambil tindakan darurat guna memberikan perlindungan bagi semua individu dan staf kemanusiaan yang putus asa,” tulis UNHCR.

Melalui pernyataan ini, UNHCR ingin menekankan pentingnya menjaga keamanan dan perlindungan bagi para pengungsi. Mereka juga berharap agar pemerintah dan masyarakat Indonesia dapat bekerja sama dalam mengatasi masalah ini.

Pengungsi Rohingya merupakan kelompok yang sangat rentan dan membutuhkan perlindungan. Mereka telah mengalami penganiayaan dan pelanggaran hak asasi manusia di negara asal mereka, Myanmar. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memberikan dukungan dan empati kepada mereka.

UNHCR berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan berbagai pihak terkait dalam menangani isu pengungsi. Mereka juga akan terus mengadvokasi hak-hak pengungsi dan menyediakan bantuan kemanusiaan yang diperlukan.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan membantu mereka yang membutuhkan. Mari kita bersatu dalam menghadapi tantangan ini dan menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua orang.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cart
Your cart is currently empty.