Smart Meter AMI: Digitalisasi Energi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

3 minutes, 51 seconds Read

RedaksiBali.com – PT PLN (Persero) akan mulai mengganti meteran listrik konvensional dengan smart meter advanced metering infrastructure atau disingkat menjadi AMI. AMI disebut mampu meningkatkan kenyamanan pelanggan karena dapat mengumpulkan informasi konsumsi listrik secara otomatis. Dengan demikian, para pelanggan bisa mengetahui tagihan listrik yang berjalan hanya dengan melalui aplikasi PLN Mobile.

Meteran listrik konvensional diganti AMI

Saat dikonfirmasi, PT PLN (Persero) membenarkan akan mengganti semua meteran listrik konvensional dengan smart meter berbasis advanced metering infrastructure atau AMI. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, penerapan smart meter AMI dapat meningkatkan akurasi dan perhitungan kWh meter. “Dengan sistem ini para pelanggan bisa mengetahui profil beban sekaligus tagihan listrik yang tengah berjalan,” ungkap Darmawan kepada Kompas.com, Minggu (11/12/2023).

Smart meter AMI adalah alat pengukur penggunaan listrik yang dilengkapi dengan fitur komunikasi dua arah untuk penyediaan informasi yang komprehensif. Alat ini merupakan pengembangan dari automatic meter reading atau AMR, pembacaan meter otomatis dengan tambahan kemampuan penerapan tarif secara dinamis dan interkoneksi. Dengan AMI, baik PLN maupun pelanggan dapat melakukan pemantauan dan kontrol penggunaan listrik secara real-time tanpa mendatangi lokasi untuk membaca meteran. “Begitu juga dengan pemutusan dan penyambungan listrik, tidak lagi memerlukan petugas untuk datang ke lokasi,” kata dia.

Sistem ini juga memungkinkan para pelanggan untuk mengetahui profil penggunaan energi listrik sekaligus tagihan listrik berjalan. Nantinya, tak perlu menunggu tagihan di akhir bulan, pelanggan sudah dapat menghitung energi listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Tak sampai di situ, Darmawan menuturkan, penggantian meteran konvensional ke smart meter AMI ini merupakan lanjutan digitalisasi dari sisi hilir. Pasalnya, PLN telah melakukan berbagai langkah digitalisasi mulai dari pembangkit, jaringan transmisi, serta distribusi. Apalagi, kapasitas pembangkit energi terbarukan ke depan akan semakin tumbuh seiring dengan agenda transisi energi. Menurut Darmawan, pembangkit dari energi yang bergantung pada cuaca perlu pengendalian secara digital dan otomatis agar tidak berdampak pada keandalan pasokan listrik. “Sehingga smart meter AMI ini menjadi bagian dari akselerasi transisi energi,” ujarnya.

Penggantian smart meter AMI tidak dipungut biaya

Darmawan memastikan, penggantian kWh meter konvensional ke smart meter AMI tidak akan membebani pelanggan alias gratis. Dalam penerapan smart meter AMI, perusahaan pelat merah ini juga memastikan akan mengedepankan keamanan data pelanggan. “Kami bisa menjamin untuk keamanan data pelanggan, karena ini memang kami kelola sendiri melalui subholding kami, yaitu PLN Icon Plus,” kata Darmawan.

Sementara itu, berdasarkan catatan PLN hingga Oktober 2023, smart meter AMI telah diterapkan di delapan provinsi, meliputi:

1. Sumatera Utara: 41.821 (100 persen)
2. Banten: 138.733 (100 persen)
3. Jakarta Raya: 175.100 (100 persen)
4. Jawa Barat: 126.926 (100 persen)
5. Jawa Tengah: 52.071 (100 persen)
6. Jawa Timur: 81.750 (100 persen)
7. Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat: 55.501 (100 persen)
8. Bali: 476.422 (86,88 persen).

“Hanya dalam waktu empat bulan PLN telah berhasil mengganti lebih dari 1 juta Kwh smart meter untuk pelanggan kami,” ungkapnya.

Baca juga ….

Fungsi dan kelebihan smart meter AMI

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (16/6/2023), berikut sejumlah fungsi AMI yang akan dipasang di setiap rumah pelanggan PLN:

– Melakukan pencatatan otomatis pemakaian pelanggan
– Otomasi penutupan operasi pelanggan jika pelanggan melakukan penunggakan
– Integrasi dengan system billing dan payment PLN dan PGN
– Deteksi dini jika terjadi ketidakwajaran pemakaian pelanggan
– Sistem monitoring pemakaian pelanggan
– Mendukung bisnis perusahaan untuk pelanggan prabayar dan pascabayar.

Pengganti meteran listrik konvensional ini juga tercatat memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

– Tidak perlu dilakukan pencatatan manual pelanggan
– Data pengukuran pelanggan lebih valid dan dapat dipantau secara real-time
– Tidak ada tunggakan tagihan pelanggan
– Mengurangi biaya operasi aktivasi dan deaktivasi pelanggan dengan teknologi buka tutup secara otomatis
– Mendukung pencatatan pendapatan perusahaan untuk pelanggan pascabayar secara cash based, bukan estimasi pemakaian
– Mempermudah pelanggan dalam monitoring konsumsi pemakaian sehingga pelanggan bisa melakukan efisiensi listrik.

Dengan penggantian meteran listrik konvensional ke AMI, PLN (Persero) berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan meningkatkan efisiensi energi. Pelanggan dapat memantau dan mengontrol penggunaan listrik mereka secara real-time, serta menghindari tunggakan tagihan. Dengan adanya digitalisasi energi ini, diharapkan Indonesia dapat menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

video here….

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cart
Your cart is currently empty.